Cara menyelesaikah ikhbar nomor 10 (Khobar jumlah ismiyah bismil fa'il jaroo 'ala ghoiri man huwa lah)
![]() |
| Ikhbar jurumiyah nomor 10 |
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah kita masih
diberikan kesempatan untuk bisa belajar bareng tentang ikhbar. Sebelumnya saya
sudah membahas Ikhbar Nomor 9 yakni خبر جملة اسمية باسم الفاعل جرى على من هو له (Khobar jumlah ismiyah
menggunakan isim fa'il yang berlaku pada subjek/pelaku yang memilikinya). Dan kali ini akan saya lanjutkan Ikhbar
Jurumiyah nomor 10 yakni :
خبر جملة اسمية باسم الفاعل جرى على غيرمن هو له (Khobar jumlah ismiyah menggunakan isim fa'il
yang berlaku pada selainnya subjek / pelaku yang memilikinya)
Jangan
lupa sebelum kita belajar ikhbar jurumiyah, teman-teman siapkan kitab panduan,
diantaranya Kitab Nahwu Jurumiyah, Tasrif Istilah dan Tasrif Lughowi.
Contoh soal 1
Adapun soal yang akan
kita pakai di artikel ini adalah
ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ
(Zaid memukul amr
dirumah)
![]() |
| kedudukan lafadz (tarkib) |
1. Fa'il dijadikan mubtada'
awal.
زَيْدٌ
2. Maf'ul bih
dijadikan mubtada' tsani. Maka yang awalnya i'rob nasob berubah
menjadi i'rob rofa' dikarenakan menjadi mubtada'. Menjadi
زَيْدٌ عَمْرٌو
3. Kemudian Fi’il
dijadikan isim fa'il dan dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan
dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan dimudhofkan kepada dhomir
yang kembali kepada mubtada' tsani. Dan Maka isim fa'il
tersebut harus tetap mufrod dan sesuai dengan mubtada' awal dalam mudzakar dan
muannasnya Menjadi :
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبُهُ
4. Kemudian dhomir
munfasil yang kembali kepada mubtada' awal di rofa'kan oleh isim fa'il
tersebut. . Menjadi :
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبُهُ هُوَ
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبُهُ هُوَ فِى الدَّارِ
Perhatikan gambar
berikut :
![]() |
| Kedudukan lafadz (tarkib) |
Bagaimana? Bisa di pahami?
Contoh soal 2
Sekarang kita coba yang berbentuk tasniyah atau jamak. Misal soalnya :
Langkahnya :
1. Fa'il dijadikan mubtada'
awal.
الزَّيْدَانِ
2. Maf'ul bih dijadikan mubtada' tsani. Maka yang awalnya i'rob nasob berubah menjadi i'rob rofa' dikarenakan menjadi mubtada'. Menjadi
الزَّيْدَانِ الهِنْدَاتُ
3. Kemudian Fi’il
dijadikan isim fa'il dan dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan
dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan dimudhofkan kepada
dhomir yang kembali kepada mubtada' tsani. Maka isim fa'il
tersebut harus tetap mufrod dan sesuai dengan mubtada' awal dalam mudzakar dan
muannasnya. Menjadi :
الزَّيْدَانِ الهِنْدَاتُ ضَارِبُهُنَّ
4. Kemudian dhomir
munfasil yang kembali kepada mubtada' awal di rofa'kan oleh isim fa'il
tersebut. . Menjadi :
الزَّيْدَانِ الهِنْدَاتُ ضَارِبُهُنَّ هُمَا
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
الزَّيْدَانِ الهِنْدَاتُ ضَارِبُهُنَّ هُمَا فِى الدَّارِ
Mudah kan? Sekarang kita buat contoh dari soal berbentuk isim dhomir.
Contoh soal 3
Langkahnya :
1. Fa'il dijadikan mubtada'
awal. Yang
awalnya dhomir berbentuk muttasil, kita letakkan di awal maka dhomir harus
dijadikan munfasil.
اَنْتُمْ
2. Maf'ul bih
dijadikan mubtada' tsani. Maka yang awalnya dhomir i'rob nasob berubah menjadi i'rob rofa'
dikarenakan menjadi mubtada'. Menjadi
هِيَ
3. Kemudian Fi’il
dijadikan isim fa'il dan dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan
dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan dimudhofkan kepada
dhomir yang kembali kepada mubtada' tsani. Maka isim fa'il
tersebut harus tetap mufrod dan sesuai dengan mubtada' awal dalam mudzakar dan
muannasnya. Menjadi :
اَنْتُمْ هِيَ ضَارِبُهَا
4. Kemudian dhomir
munfasil yang kembali kepada mubtada' awal di rofa'kan oleh isim fa'il
tersebut. . Menjadi :
اَنْتُمْ هِيَ ضَارِبُهَا اَنْتُمْ
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
اَنْتُمْ هِيَ ضَارِبُهَا اَنْتُمْ فِى الدَّارِ
Bisa difahami?
Jika ada yang ingin bertanya silahkan di kolom
komentar ya, biar semua bisa belajar bareng!
Kita lanjut Ikhbar nomor 11.
.jpg)

