Niat yang Benar dalam Mencari Rezeki

Pada sekitar tahun 2018, saat saya masih nyantri di Pondok Pesantren Darul A'mal Kota Metro, saya berkesempatan untuk mengaji kepada seorang guru saya KH. A. Dahlan Rosyid saat ngaji ramadhan, yang menjelaskan tentang pentingnya niat yang benar dalam mencari rezeki. Dalam kajian beliau, beliau mengutip dari kitab Minahus Saniyah, yang memberikan pedoman tentang niat yang benar dalam segala hal, khususnya dalam mencari rezeki.

Artikel ini saya tulis saat saya tak sengaja menemukan catatan di kitab minahus saniyah saat sedang membuka-buka kitab. 

Mencari rezeki merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, yang lebih penting dari itu adalah niat kita dalam mencari rezeki tersebut. Niat yang benar akan membawa kita pada keberkahan dan kelancaran dalam hidup. Di bawah ini adalah empat niat yang benar yang seharusnya kita tanamkan dalam hati ketika kita mencari rezeki:

1. Beribadah kepada Allah
Rezeki yang kita cari seharusnya diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Dengan niat yang lurus, kita akan merasa bahwa setiap usaha yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah. Setiap langkah dan usaha kita dalam bekerja menjadi sarana untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya."

2. Menghindari dari Meminta-Minta kepada Orang Lain
Niat kedua yang harus kita tanamkan adalah untuk menghindari meminta-minta kepada orang lain. Dalam kehidupan ini, kita diajarkan untuk menjadi orang yang mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain dalam hal rezeki. Mencari rezeki dengan usaha dan kerja keras adalah cara yang lebih terhormat dibandingkan dengan meminta-minta. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Dan janganlah kamu mengharap-harap untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, karena hanya Allah yang dapat memberikan rezeki." (QS. Al-Baqarah: 273).

3. Untuk Memenuhi Kebutuhan
Niat berikutnya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap orang bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan lainnya. Dengan niat yang benar, rezeki yang diperoleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang yang membutuhkan. Memenuhi kebutuhan ini bukanlah hal yang tercela, karena itu adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Rezeki yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan hidup akan mendatangkan keberkahan.

4. Untuk Kelancaran dalam Menjalankan Syareat Allah
Niat terakhir yang diajarkan oleh KH. A. Dahlan Rosyid adalah untuk kelancaran dalam menjalankan syariat Allah. Rezeki yang kita cari seharusnya bertujuan untuk mempermudah kita dalam menjalankan kewajiban agama kita, seperti beribadah, berwakaf, dan membantu orang lain. Rezeki yang halal yang kita peroleh akan memberi kemudahan dalam menjalankan syariat Allah dengan baik, seperti memberikan sedekah, menunaikan zakat, dan melakukan kebaikan lainnya.

Penjelasan dari Kitab Minahus Saniyah
dijelaskan bahwa dunia adalah segala sesuatu yang melebihi dari kebutuhan yang sesuai dengan syariat. Dunia dan segala isinya, yang lebih dari kebutuhan syar'i, seharusnya diorientasikan untuk mencapai tujuan akhir yang lebih mulia, yaitu mendapatkan ridha Allah dan keberkahan hidup. Kita tidak boleh mengejar dunia hanya untuk dunia itu sendiri tanpa adanya niat untuk kebermanfaatan di dunia dan akhirat.

وَالْمَرَادُ بِالدُّنْيَا مَا زَادَ عَلَى الْحَاجَةِ الشَّرْعِيَّةِ

Artinya: "Dan yang dimaksud dengan dunia adalah segala sesuatu yang melebihi kebutuhan yang sesuai dengan syariat." (Kitab Minahus Saniyah) 

Wallahu a'lam bisshowaab
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url