Cara menyelesaikah ikhbar nomor 9 (Khobar jumlah ismiyah bismil fa'il jaroo 'ala man huwa lah)
![]() |
| ikhbar jurumiyah nomor 9 |
Alhamdulillah kita masih
diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar bareng tentang ikhbar. Sebelumnya saya sudah
membahas Ikhbar nomor 8 yakni خبر جملة فعلية مضارعية عن المفعول (Khobar Jumlah
Fi'liyah berupa fi’il mudhore' mabni maf'ul). Dan kali ini akan saya
lanjutkan Ikhbar Jurumiyah nomor 9 yakni :
خبر جملة اسمية باسم الفاعل جرى على من هو له (Khobar jumlah ismiyah menggunakan isim fa'il yang berlaku pada subjek/pelaku yang memilikinya)
Seperti
biasa saya ingatkan perlu siapkan kitab
panduan, diantaranya Kitab Nahwu Jurumiyah, Tasrif Istilah dan Tasrif Lughowi agar lebih mempermudah
dalam mencari panduan.
Contoh soal 1
Adapun soal yang akan
kita pakai di artikel ini adalah
ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ
(Zaid memukul amr
dirumah)
![]() |
| Kedudukan lafadz (tarkib) pada soal |
Soal yang kita bahas ini masih tergolong mudah karena masih berbentuk mufrod semua. Disini juga akan saya bahas yang berbentuk tasniyah atau jamak, dan juga soal yang berbentuk dhomir. Langkah-langkahnya adalah :
1. Maf'ul bih
dijadikan mubtada' awal. Maka Maf'ul bih yang awalnya i'rob nasob,
berubah menjadi i'rob rofa' karena menjadi mubtada'.
عَمْرٌو
2. Fa’il dijadikan mubtada'
tsani. Menjadi
عَمْرٌو زَيْدٌ
3. Fi’il dijadikan isim
fa'il dan dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan dijadikan
khobarnya mubtada' tsani dan merofa'kan dhomir yang kembali
pada mubtada' tsani. Maka isim fa'il tersebut harus sesuai
dengan mubtada' tsani dalam mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar
& muannasnya. Menjadi :
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبٌ
4. Kemudian isim fa’il
dimudhofkan kepada dhomir yang kembali kepada mubtada awal. Menjadi
:
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبُهُ
Isim fa’il yang tadinya
di tanwin menjadi tidak di tanwin karena di mudhofkan. Seperti ucapan dalam
sebuah syair :
كَاَنِّيَ تَنْوِيْنٌ وَاَنْتِ اِضَافَةٌ #
فَأَيْنَ تَرَانِى لَاتَحُلُّ مَكَانٍيَ
"Aku bagaikan tanwin, Engkau bagaikan idhofah. Dimanapun kita
berada, kita tidak akan pernah bisa bertemu"
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
عَمْرٌو زَيْدٌ ضَارِبُهُ فِى الدَّارِ
6. Maka, Jumlahnya
mubtada' Tsani dan khobarnya menjadi khobarnya Mubtada' awal.
Perhatikan gambar
berikut dengan teliti :
![]() |
| Kedudukan jumlah ismiyah yang pertama |
![]() |
| Kedudukan jumlah ismiyah yang kedua |
![]() |
| dhomir ruju' kepada mubtada' awal |
Bagaimana? Bisa di pahami?
Contoh soal 2
Sekarang kita coba yang berbentuk tasniyah atau
jamak. Misal soalnya :
1. Maf'ul bih
dijadikan mubtada' awal. Maka Maf'ul bih yang awalnya i'rob nasob,
berubah menjadi i'rob rofa' karena menjadi mubtada'.
الهِنْدَاتُ
2. Fa’il dijadikan mubtada'
tsani. Menjadi
الهِنْدَاتُ الزَّيْدَانِ
3. Fi’il dijadikan isim fa'il dan dijadikan
khobarnya mubtada' tsani dan dijadikan khobarnya mubtada'
tsani dan merofa'kan dhomir yang kembali pada mubtada'
tsani. Maka isim fa'il tersebut harus sesuai dengan mubtada'
tsani dalam mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar & muannasnya.
Menjadi :
الهِنْدَاتُ الزَّيْدَانِ ضَارِبَانِ
4. Kemudian isim fa’il
dimudhofkan kepada dhomir yang kembali kepada mubtada awal. Menjadi
:
الهِنْدَاتُ الزَّيْدَانِ ضَارِبَاهُنَّ
Huruf Nun pada lafadz ضَارِبَانِ dibuang karena berdasarkan dalam nadzom Al
Imrithi
مِنَ الْمُضَافِ اَسقِطِ التَّنوِيْنَ #
اَوْنُوْنَهُ كَاَهْلُوْكُمْ اَهْلُوْنَا
"Ketika dimudhofkan, maka gugurkanlah tanwin atau nun seperti
lafadz اَهْلُوْكُمْ & اَهْلُوْنَا"
(اَهْلُوْكُمْ اصله اَهْلُوْنَكُمْ)
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
الهِنْدَاتُ الزَّيْدَانِ ضَارِبَاهُنَّ فِى الدَّارِ
6. Maka, Jumlahnya mubtada' Tsani dan khobarnya
menjadi khobarnya Mubtada' awal.
Perhatikan gambar berikut dengan teliti :
![]() |
| Kedudukan lafadz (tarkib) pada contoh soal ke 2 |
Contoh soal 3
Sekarang kita coba menggunakan soal yang berbentuk isim dhomir. Misal ضَرَبْتُمْ اِيَّاهَا فِى الدَّارِ
1. Maf'ul bih
dijadikan mubtada' awal. Maka Maf'ul bih yang awalnya i'rob nasob,
berubah menjadi i'rob rofa' karena menjadi mubtada'.
هِىَ
2. Fa’il dijadikan mubtada'
tsani. Menjadi
هِىَ اَنْتُمْ
3. Fi’il dijadikan isim fa'il dan dijadikan khobarnya mubtada'
tsani dan dijadikan khobarnya mubtada' tsani dan
merofa'kan dhomir yang kembali pada mubtada' tsani. Maka isim
fa'il tersebut harus sesuai dengan mubtada' tsani dalam
mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar & muannasnya. Menjadi :
هِىَ اَنْتُمْ ضَارِبُوْنَ
4. Kemudian isim fa’il
dimudhofkan kepada dhomir yang kembali kepada mubtada awal. Menjadi
:
هِىَ اَنْتُمْ ضَارِبُوْهَا
Huruf Nun pada lafadz ضَارِبُوْنَ dibuang
5. Adapun jer majrur di
tetapkan. Menjadi :
هِىَ اَنْتُمْ ضَارِبُوْهَا فِى الدَّارِ
6. Maka, Jumlahnya mubtada' Tsani dan khobarnya
menjadi khobarnya Mubtada' awal.
Perhatikan gambar berikut dengan teliti :
![]() |
| Kedudukan lafadz (tarkib) pada contoh ke 3 |
Kita lanjut Ikhbar nomor 10.






