Belajar 'Adad (hitungan) di Kitab Nahwu Alfiyah Ibnu Malik
![]() |
| Bab 'Adad (Alfiyah Ibnu Malik) |
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Alhamdulillahirobbil 'alamin kita masih diberikan nikmat sehat, iman dan islam sehingga kita dapat belajar bersama tentang Nahwu. Pada kali ini kita akan belajar tentang bab 'adad (hitungan) dalam kita Alfiyah Ibnu Malik.
Nadzom ke 1-2
ثلاثة بالتاء قل للعشرة # فى عدما احاده مذكرة
فى ضد جرد والمميز اجرر # جمعا بلفظ قلة في الاكثر
"Isim 'adad mulai angka 3-10 bila ma'dudnya (sesuatu yang dihitung) adalah mudzakar, maka wajib ditemukan ta', begitu juga sebaliknya bila ma'dudnya muannas. Sedangkan mumayyiznya (penjelasan angka) isim 'adad 3-10 wajib dijerkan menggunakan huruf jer atau dengan idhofah dan wajib berbentuk jamak.
Seperti contoh pada QS. Al Haqqah : 7 :
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وثَمَانِيَةَ اَيَّامٍ
Pada contoh lafadz di atas ma'dud mudzakar dan muannas kumpul pada 1 ayat. Lafadz سَبْعَ pada kalimat سَبْعَ لَيَالٍ tidak diberi ta' dikarenakan lafadz لَيَالٍ berbentuk muannas. Sedangkan lafadz ثَمَانِيَةَ pada kalimat وثَمَانِيَةَ اَيَّامٍ diberi ta' dikarenakan lafadz اَيَّامٍ berbentuk mudzakar.
Adapun mumayyiz-nya isim 'adad angka 3 sampai 10 harus dibaca jer. Apabila mumayyiz-nya berbentuk isim jenis atau isim jamak (lafadznya berbentuk mufrod namun maknanya jamak) maka dijerkan dengan huruf jer مِنْ contohnya فَخُذْ اَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ (Ambillah 4 ekor dari jenis burung). Namun terkadang dijerkan pula dengan cara dimudhofkan, Contohnya
وَكَانَ فِى الْمَدِيْنَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ (Dulu di madinah terdapat 9 jenis golongan).
Apabila mumayyiznya bukan berupa isim jama' dan isim jenis maka dimudhofkan dengan isim 'adadnya. Dalam hal ini kita lihat mumayyiz-nya berbentuk jamak qillah atau jamak kasroh.
- Jamak Qillah adalah hitungan jamak mulai 3 sampai 10. Contoh lafadz اركان الحج (Rukun-rukun Haji). Dapat kita pahami bahwa rukun haji tidak kurang dari 3 dan tidak lebih dari 10. Adapun wazan-wazan jamak qillah ada 4 : اَفْعِلَةٌ , اَفْعُلٌ, اَفْعَالٌ, فِعْلَةٌ.
- Jamak Kasroh adalah hitungan jamak mulai 11 sampai tak terhingga. Contoh lafadz فُرُوْضُ الصَّلَاتِ (Fardhu-fardhunya sholat). Dapat kita pahami bahwa Fardhu-fadhunya sholat tidak kurang dari 11. Adapun wazan-wazan jamak kasroh adalah selain dari wazan-wazan jamak qillah.
Nadzom ke 3
ومائة والالف للفرد اضف # ومائة بالجمع نزرا قد ردف
"Lafadz مائة dan الف bila mudhof, mudhof ilaihnya wajib mufrod. Ada yang berbentuk jamak namun sedikit"
Contohnya :
عِنْدِى مِائِةُ دِرْهِمٍ (Saya memiliki seratus dirham)
عِنْدِى مِائَتَا دِيْنَارٍ (Saya memiliki dua ratus dinar)
عِنْدِى اَلْفُ عَبْدٍ (Saya memiliki seribu budak)
Contoh yang mudhof ilaihnya bukan mufrod namun terhitung qolil (sedikit terlaku) seperti firman Allah
وَلَبِثُوْا في كَهْفِهِمْ ثلثمائة سنِينَ
Lafadz سنِينَ berbentuk jamak, mudhof ilaih dari lafadz ثلثمائة
Nadzom ke 4
واحد اذكر وصلنه بعشر # مركبا قاصد معدود ذكر
"Isim 'adad 11 bila ma'dudnya mudzakar maka sodrul murokab (lafadz yang pertama) dan 'ajzul murokab (lafadz yang kedua) wajib disepikan dari tanda muannas"
Contoh :
Mudzakar = اَحَدَ عَشَرَ
Muannas = اَحْدَى عَشْرَةَ
Lafadz ini dimabnikan fathah, baik sodrul murokab maupun 'ajzul murokab.
![]() |
| Keterengan lafadz angka 11 bentuk mudzakar |
Nadzom ke 5
وقل لدى التأنيث احدي عشرة # والشين فيها عن تميم كسرة
"Bila ma'dudnya muannas maka isim 'adad 11 wajib diberi ta' taknis ('ajzul murokab dan sodrul murokab)
Seperti keterangan pada nadzom sebelumnya, bahwa angka 11 yang berbentuk muannas wajib diberi tanda muannas baik pada sodrul murokab maupun pada 'ajzul murokab. Namun jika melihat dari bentuk penulisan sedikit ada perbedaan.
- Bentuk mudzakar adalah اَحَدَ sedangkan muannas احْدَى ada penambahan alif taknis di akhirnya.
- Bentuk mudzakar عَشَرَ dengan difathah huruf syin-nya, sedangkan muannasnya ditambahkan ta' dan disukun huruf syin-nya menjadi عَشْرَةَ namun ada sebagian ulama yang tetap membaca fathah syin-nya.
Nadzom ke 6
ومع غير احد واحدى # مامعهما فعلت فافعل قصد
"Adad murokab selain 1, yakni mulai 2 sampai 9, Bila mudzakar maka 'Ajzul murokab disepikan dari ta' dan bila muannas wajib ditemukan ta'."
Jadi seperti penjelasan pada nadzom ke 4, bahwa istilah 'Ajzul Murokab berarti juz atau bagian yang kedua. Semisal lafadz ثَلَاثَةَ عَشَرَ adalah mudzakar. Bagaimana bisa tau mudzakar? karena 'Ajzul murokab yakni lafadz عَشَرَ tidak diberi ta'. Berbeda jika muannas, maka wajib diberi ta' menjadi عَشْرَكَ dengan di sukun pada huruf ش
Nadzom Ke 7
ولثلاثة وتسعة وما # بينهما ان ركبا ما قدما
"Isim adad 3 sampai 9 bila menjadi adad murokab itu kebalikan dari qiyas"
Jadi adad mufrod angka 3 sampai 9 ketika mudzakar maka diberi ta' dan ketika muannas tidak diberi ta'.
Contoh :
Mudzakar : ثلاثة اربعة خمسة
Muannas : ثلاث اربع خمس
Nadzom ke 8
واول عشرة اثنتى وعشرا # اثنى اذا انثى تشا اوذكر
"Isim adad 12 bila muannas اثنتا عشرة dan bila mudzakar اثنا عشر "
Jadi Sodrul murokab dan 'Ajzul Murokab sama-sama ditambahkan ta'.
Nadzom ke 9
واليا لغير الرفع وارفع بالالف # والفتح فى جزاى سواهماالف
"Adad murokab hitungan 2 hukumnya mu'rob, yakni bila rofa' ditandai alif dan bila nashob ditandai ya'. Sedangkan 'adad murokab selain 2 maka sodrul murokab maupun 'ajzul murokab wajib mabni fathah"
Jadi adad murokab khusus hitungan 2 yakni angka 12 maka hukumnya mu'rob. Contoh :
Rofa' Mudzakar اِثْنَا عَشَرَ
Rofa' Muannas اِثْنَتَا عَشْرَةَ
Nasob Mudzakar اِثْنَىْ عَشَرَ
Nasob Muannas اِثْنَتَى عَشْرَةَ
Nadzom ke 10
وميز العشرين للتسعين # بواحد كاربعين حين
"Isim 'adad 20-90 tamyiznya wajib berbentuk mufrod dan dibaca nasob."
Isim ada 20 sampai 90 biasanya memiliki yang namanya tamyiz. Semisal ucapan 23 orang laki-laki. Nah, kata laki-laki merupakan tamyiz dari angka 23. Dan tamyiz ini wajib berbentuk mufrod, isim nakiroh dan i'rob nasob.
Contoh : ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ رَجُلًا
Pada lafadz رجلًا adalah tamyiz dari lafad ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ
Adapun penulisan puluhan maka menggunakan huruf 'atof. Seperti lafad ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ
Dan jika mudzakar diberi ta' sedangkan muannas disepikan dari ta'.
Mudzakar ثَلَاثَةٌوَعِشْرُوْنَ رَجُلًا
Muannas تِسْعٌ وَتِسْعُوْنَ نَعْجَةً
Nadzom ke 11
وميزوا مركبا بمثل ما # ميز عشرون فسوينهما
"Tamyiznya 'ada murokab sama dengan tamyiznya lafadz عِشْرُوْنَ yakni mufrod dan nasob."
Begitu juga ada murokab yakni bentuk belasan, juga memiliki tamyiz dan peraturannya pun sama dengan tamyiz yang ada pada puluhan.
Contoh :
اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا
Nadzom ke 12
وان اضيف عدد مركب # يبق البنا وعجز قد يعرب
"Adad murokab bila dimudhofkan hukumnya tetap mabni. Ada yang 'ajzul murokab di mu'robkan tapi hukumnya qolil (sedikit)."
Contoh yang tetap mabni :
اَحَدَ عَشَرَ زَيْدٍ
Jadi lafadz اَحَدَ عَشَرَ tetap dimabnikan fathah walau dimudhofkan dengan lafadz زَيْدٍ
Contoh yang mu'rob namun hukumnya qolil (sedikit terlaku) :
اَحَدَ عَشَرُكَ، مَعَ اَحَدَ عَشَرِ زَيْدٍ
Lafadz عَشَرَ yang harusnya mabni namun bisa di i'robi. Bisa berubah menjadi عَشَرُ atau عَشَرِ
Nadzom ke 13
وصغ من اثنين فما فوق الى # عشرة كفاعل من فعلا
"Isim adad hitungan 2-10 boleh diikutkan wazan فاعِلٌ"
Jadi isim adad 2-10 bisa diikutkan wazan فاعِلٌ
Contoh :
اثنين menjadi ثانٍ
ثلاث menjadi ثالِثٌ
خمس menjadi خامِسٌ
Dan lain-lain.
Maka kesimpulannya isim ada itu ada 4 :
1. Isim 'adad mufrod seperti ثلاث
2. Isim 'adad murokab (belasan) seperti اَحَدَ عَشَرَ
3. Isim 'adad ma'tuf (puluhan) seperti ثَلَاثَةٌوَعِشْرُوْنَ
4. Isim 'adad yang dimudhofkan seperti
اَحَدَ عَشَرُكَ
Nadzom ke 14
واختمه في التأنيث بالتاومتى # ذكرت فاذكر فاعلابغيرتا
"Bila isim adad di anutkan wazan فاعِلٌ maka hukumnya qiyas yakni mudzakar sepi dari ta', bila muannas ditandai dengan ta'."
Contoh :
Mudzakar = ثَالِثٌ
Muannas = ثَالِثَةٌ
Mudzakar = خَامِسٌ
Muannas = خَامِسَةٌ
Nadzom ke 15
وان ترد بعض الذى منه بنى # تضف اليه مثل بعض بين
"Isim adad yang mengikuti wazan فاعِلٌ bila akan dibuat makna 1/2 dari isim ada yang menjadi musytaq minhunya (lafadz yang dijadikan asal lafadnya) maka wajib dimudhofkan seperti hanya lafad بعض"
Semisal kita ingin mengucapkan setengah dari angka 2 maka diucapkan ثَانِيَ اثْنَيْنِ
Misal ingin mengucapkan setengah dari angka 3 berarti ثَالِثَ ثَلَاثَةٍ
dan lain-lain.
Nadzom ke 16
وان ترد جعل الاقل مثل ما # فوق فحكم جاعل له احكما
"Isim adad yang sama dengan isi adad sebelumnya maka hukumnya sama dengan lafadz جَاعِلٌ yakni bila zaman madhi maka wajib dimudhofkan dengan isim yang lebih sedikut. Bila zaman khal atau istiqbal isim adad mengikuti wazan فاعِلٌ maka boleh dimudhofkan dan boleh pula di tanwin. Sedangkan isim adad yang lebih sedikit dibaca nashob menjadi maf'ul"
Semisal kita ingin mengucapkan menjadikan ketiga dari dua maka ثَالِثُ اثْنَيْنِ
Jadi isim adad yang dibawah isim ada aslinya yang selisih 1 angka. tidak boleh selisih lebih dari 1 angka. Maka tidak boleh mengucapkan خَامِسُ ثَلَاثَةٍ menjadikan kelima dari tiga.
Hal ini apabila lafadz yang dikehendaki zamannya adalah madhi (lampau). Adapun jika lafadz yang dikehendaki zamannya adalah khal (sekarang) atau istiqbal (akan datang) maka boleh 2 wajah.
1. Boleh di idhofahkan. contoh ثَالِثُ اثْنَيْنِ , رَابِعُ ثَلَاثَةٍ
2. Boleh di tanwin dan membaca nashob pada isim adad yang lebih sedikit. contoh : رَابِعٌ ثَلَاثَةً
Lebih mudah lagi perhatikan contoh berikut :
هَذَا رَابِعٌ ثَلَاثَةً (Orang ini adalah yang menjadikan / menyempurnakan orang tiga menjadi empat).
Adapun bila isim adad berupa muannas tinggal kita tambahkan huruf ta'.
Contoh : ثَالِثَةُ اثْنَتَيْنِ , رَابِعَةُ ثَلَاثٍ
Nadzom ke 17
وان اردت مثل ثانى اثنين # مركبا فجئ بتركبين
"Isim adad murokab yang mengikuti wazan فاعِلٌ akan dibuat setengah dari lafadz asal cetak isim adad makan boleh mendatangkan adad murokab dua."
Jika pada sebelumnya cara membuat setengahnya dari isim adad mufrod, pada kali ini kita bahas setengahnya dari isim adad murokab (belasan).
Contoh :
Mudzakar : ثَانِى عَشَرَ اثْنَى عَشَرَ (Setengah dari angka 12)
Muannas : ثَانِيَةَ عَشْرَةَ اثْنَتَى عَشْرَةَ
Mudzakar : تَاسِعَ عَشَرَ تِسْعَةَ عَشَرَ
Muannas : تَاسِعَة عَشَرَةَ تِسْعَ عَشْرَةَ
Nadzom ke 18
اوفاعلا بحالتيه اضف # الى مركب بما تنوي يفى
"Isim ada murokab yang mengikuti wazan فاعِلٌ bila dibuat sebagian dari lafadz asal cetak isim adad maka boleh sodrul murokab awal dimudhofkan dengan murokab yang kedua."
Misal apabila kita ingin mengucapkan salah satu dari 12 maka diucapkan :
Mudzakar : ثَانِىَ اثْنَى عَشَرَ
Muannas : ثَانِيَةَ اثْنَتَى عَشْرَةَ
Misal ingin mengucapkan salah satu dari 19 maka :
Mudzakar : تَاسِعَ تِسْعَةَ عَشَرَ
Muannas : تَاسِعَة تِسْعَ عَشْرَةَ
Nadzom ke 19
وشاع الاستغنا بحادى عشرا # ونحوه وقبل عشرين اذكرا
"Isim adad yang mengikuti wazan فاعِلٌ bila dibuat setengah dari isim adad yang tercetak dari asalnya maka boleh hanya menyebutkan sodrul murokab awal dan 'ajzul murokab tsani (kedua)."
Pada nadzom ke 18 tadi dikatakan bahwa jika ingin mengucapkan salah satu dari 12 maka diucapkan :
Mudzakar : ثَانِىَ اثْنَى عَشَرَ
Muannas : ثَانِيَةَ اثْنَتَى عَشْرَةَ
namun bisa kita ringkas lagi dengan menyebutkan sodrul murokab awal dan 'ajzul murokab tsani, menjadi :
Mudzakar : ثَانِىَ عَشَرَ
Muannas : ثَانِيَةَ عَشْرَةَ
Jika mengucapkan salah satu dari 19 maka :
Mudzakar : تَاسِعَ عَشَرَ
Muannas : تَاسِعَة عَشْرَةَ
Nadzom ke 20
وبابه الفاعل من لفظ العدد # بحالتيه قبل واو يعتمد
"Isim adad 20-90 bila kumpul dengan isim adad yang mengikuti wazan فاعِلٌ wajib mendatangkan huruf wawu 'atof."
Contoh :
Misal kita ingin mengucapkan kata ini pelajaran yang ke 21 dan yang ke 99 maka :
Mudzakar : هَذَا الدَّرسُ الحَادِي والْعِشْرُوْنَ والتَّاسِعُ والتِّسْعُوْنَ
Muannas : هَذِهِ الدَّرسُ الحَادِيَةُ والْعِشْرُوْنَ والتَّاسِعَةُ والتِّسْعُوْنَ
Demikian penjelasan tentang isim adad mudah-mudahan bisa bermanfaat.
.jpg)
