Khutbah Jumat 5 Dosa yang Sering Diremehkan, tetapi Berat Pertanggungjawabannya
![]() |
Alhamdulillah pada hari ini saya menemukan teks khutbah dari NU online yang menurut saya bagus. Saya tulis ulang disini guna keperluan masa depan agar mudah dalam pencarian. Mudah-mudahan bermanfaat. Bagi yg ingin download siap print bisa ambil disini
Khutbah I
الْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ
عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ
بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ
الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ
بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ
ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas
limpahan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan yang masih Dia
anugerahkan kepada kita. Berkat rahmat-Nya, pada hari yang penuh berkah ini
kita dapat berkumpul di rumah Allah untuk menunaikan ibadah shalat Jumat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita
Nabi Muhammad saw., beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang
setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman. Selanjutnya, marilah
kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan segala
perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak
dalam ibadah, tetapi juga dalam setiap ucapan, sikap, dan perbuatan kita,
termasuk dalam hal-hal yang sering dianggap sepele. Sebab, seorang mukmin yang
bertakwa akan selalu berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dosa, sekecil
apa pun bentuknya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Tidak sedikit di antara kita semua yang sangat berhati-hati agar
tidak terjerumus ke dalam dosa-dosa besar, tetapi pada saat yang sama justru
meremehkan dosa-dosa yang dianggap sepele. Padahal, bahaya dan balasan dari
perbuatan dosa tidak diukur dari besar atau kecilnya, karena semua perbuatan
akan mendapatkan balasan kelak di akhirat. Hal ini sebagaimana
ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
Artinya, “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan
melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan
melihat (balasan)-nya.” (QS. Az-Zalzalah, [99]: 7-8). Ayat yang baru saja kita
dengar bersama itu merupakan peringatan bahwa setiap amal perbuatan yang kita
lakukan, sekecil apa pun, baik dari orang Islam atau non-muslim, tidak akan
pernah lepas dari perhitungan dan pengawasan Allah swt, sehingga kita semua
akan melihat balasannya kelak di akhirat. Hal ini sebagaimana
disampaikan oleh Syekh Ibnu Ajibah al-Fasi, dalam kitab Tafsir al-Bahrul Madid,
jilid VIII, halaman 515, mengatakan:
لَيْسَ مُؤْمِنٌ وَلَا كَافِرٌ، عَمِلَ خَيْراً وَلَا
شَرًّا فِي الدُّنْيَا إِلَّا يَرَاهُ فِي الْآخِرَةِ
Artinya, “Tiada seorang mukmin maupun orang kafir melakukan
kebaikan atau keburukan di dunia, melainkan ia akan melihat (balasan)nya di
akhirat.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Setelah kita mengetahui bahwa setiap amal perbuatan, akan
mendapatkan balasan kelak di akhirat, berikut ini adalah lima dosa yang sering
dianggap sepele oleh banyak orang, bahkan bisa jadi termasuk oleh kita bersama,
lima dosa itu adalah sebagai berikut:
Pertama, berdusta ketika berkata. Sebagian dari kita sering
menganggap bahwa dusta merupakan hal yang lumrah, khususnya ketika sedang
bercanda, berjualan, membuat alasan agar terhindar dari teguran, hingga menulis
sesuatu di media sosial yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Padahal tanpa kita sadari, kebohongan sekecil apa pun dapat menyeret seseorang
kepada dosa yang lebih besar. Rasulullah saw bersabda:
إِيَّاكُمْ
وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ
يَهْدِي إِلَى النَّارِ
Artinya, “Takutlah kalian terhadap dusta, karena sungguh dusta
akan menjerumuskan pada kejahatan, dan sungguh kejahatan akan menjerumuskan
pada neraka.” (HR. Muslim).
Kedua, membicarakan keburukan atau aib orang lain (ghibah). Dosa
ini sering terjadi dalam obrolan sehari-hari kita, baik di dalam dunia nyata
maupun dunia maya. Misalnya ketika berkumpul bersama teman, tetangga, atau
keluarga, pembicaraan yang semula biasa akhirnya berubah menjadi membahas
kekurangan orang lain. Bahkan, tidak sedikit dari kita yang berdalih
hanya membicarakan apa adanya. Padahal, justru itulah yang disebut dengan
ghibah oleh Rasulullah saw. Hal ini sebagaimana dalam salah satu riwayat yang
berasal dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:
أَتَدْرُونَ
مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ
بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ
كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ
بَهَتَّهُ
Artinya, “Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab,
‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’, Nabi bersabda, ‘Yaitu engkau menyebutkan
saudaramu sesuatu yang tidak ia sukai.’ Ditanyakan, ‘Bagaimana jika yang aku
katakan ada pada diri saudaraku?’ Nabi menjawab, ‘Jika benar ada pada dirinya,
maka engkau telah menggunjingnya. Dan jika tidak ada pada dirinya, maka engkau
telah menuduhnya’.” (HR. Muslim).
Ketiga, berlaku curang dalam transaksi. Dosa ini sering dianggap
biasa. Misalnya, menyembunyikan cacat barang, mengurangi timbangan, atau
menjual barang yang tidak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan.
Ada pula yang mencampur barang bagus dengan yang buruk demi meraih keuntungan
lebih. Padahal, Islam memerintahkan setiap muslim untuk berlaku jujur dan amanah
dalam setiap transaksi. Keuntungan yang diperoleh dengan cara curang tidak akan
membawa keberkahan. Rasulullah saw bersabda:
مَنْ
غَشَّ فَلَيْسَ مِنَّا
Artinya, “Siapa saja yang menipu, maka bukan golongan kami.” (HR.
At-Tirmidzi).
Keempat, mengadu domba (namimah). Dosa ini sering dianggap sebagai
hal biasa, padahal dampaknya dapat merusak persaudaraan dan memecah belah
hubungan antarsesama. Misalnya seseorang berkata kepada temannya, “Tadi si
Fulan membicarakanmu seperti ini,” dengan tujuan untuk memperkeruh hubungan.
Tidak sedikit pula yang menyebarkan tangkapan layar percakapan maupun rekaman
suara, sehingga menimbulkan permusuhan antar sesama. Padahal, perbuatan
yang sering dianggap sepele ini termasuk namimah yang sangat dilarang dalam
Islam, dan pelakunya diancam tidak akan masuk surga, sebagaimana ditegaskan
dalam salah satu hadits, Rasulullah saw bersabda: لَا
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
Artinya, “Pengadu domba tidak akan masuk surga.” (HR. Muslim).
Kelima, meremehkan hak orang lain. Dosa ini sering terjadi tanpa
kita sadari, misal menunda membayar utang padahal mampu, meminjam barang tetapi
tidak dikembalikan, menggunakan uang titipan untuk kepentingan pribadi, tidak
membayar upah pekerja tepat waktu, sengaja menahan hak orang lain, tidak menjalankan
amanah dengan benar, dan lainnya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Itulah lima dosa yang sering dianggap remeh oleh kita semua,
padahal bahayanya sangat besar dan dampaknya sangat buruk bagi kita, baik di
dunia maupun di akhirat kelak. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama berusaha
dengan saling mengingatkan untuk tidak meremehkan dosa dan kemaksiatan, sekecil
apa pun dosa tersebut. Demikian adanya khutbah Jumat pada siang hari
ini. Semoga menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,
serta Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada kita semua dalam menjaga
lisan, hati, dan seluruh anggota tubuh dari segala bentuk kemaksiatan. Amin ya
rabbal alamin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا
إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ
للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ
الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ
كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا
عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ
الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ
بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ
اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى
سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى
سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ
العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ
وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ
وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا
هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
