Tanah dan Api
Dalam buku Shaleh ritual dan Shaleh spiritual karya KH. Bisri Musthofa terdapat bab yang sangat menyentuh. Judulnya Tanah dan Api. Tanah itu asal mulanya lembek. Bisa dibentuk apapun. Tanah itu lemas. Namun ketika ditemukan api, tanah itu akan menjadi keras. Seperti genteng rumah. Yang mulanya lemas, mudah dibentuk menjadi apapun, ketika dibentuk menjadi sebuah genteng kemudian dibakar dengan api kemudian menjadi keras, maka dia akan menjadi genteng yang kokoh sampai masa yang tidak diketahui. Dia akan rusak dimakan waktu atau rusak oleh tangan-tangan jahil. Setelah menjadi genteng, dia tak bisa lagi dibentuk menjadi apapun, tidak lemas lagi, walau direndam dengan air berhari-hari.
Begitu juga manusia yang diciptakan dari tanah, setan diciptakan dari api. Apalagi dalam firman Allah, setan akan menganggu manusia dari atas, bawah, depan, belakang, samping. Jika manusia tetap kokoh, dia akan tetap kokoh dan mengeras sesuai bentuknya atau karakternya. Sampai waktu yang tidak kita ketahui kapan ajal menjemput. Ibarat genteng yang tak tahu kapan dia pecah, tanah yang dibentuk menjadi patung entah kapan dia akan hancur, namun pada intinya semua akan kembali ke tanah.