Khutbah Jumat: Bahaya Kecanduan HP yang Menggerus Ibadah dan Merusak Muamalah
| Khutbah Jumat: Bahaya Kecanduan HP yang Menggerus Ibadah dan Merusak Muamalah (Freepik) |
Di era digital yang semakin berkembang, ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa disadari, kecanduan HP bisa membawa dampak serius bagi ibadah dan hubungan sosial kita. Khutbah Jumat ini mengingatkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kewajiban sebagai seorang muslim.
Sebagai bentuk kemudahan bagi pembaca, khutbah ini telah diambil dari Situs NU Online, sehingga bisa diakses dan dipelajari dengan lebih praktis. Kami juga menyediakan file siap print, agar para jamaah atau pembaca dapat dengan mudah mencetak dan menyebarkan khutbah ini kepada komunitasnya.
Semoga khutbah ini menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, agar tidak sampai melalaikan ibadah dan merusak muamalah kita dalam kehidupan sehari-hari. Download file siap print
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا
وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى
اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ
يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ
لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ
مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Ma’asyiral
Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Ungkapan syukur
biqauli: "Alhamdulillahi rabbilalamin" menjadi sebuah keniscayaan
bagi kita semua karena Allah swt telah menganugerahkan berbagai macam nikmat
yang tidak bisa kita hitung satu persatu. Insya Allah dengan rasa syukur yang
senantiasa terucap di lisan kita, diyakini dalam hati, dan diaplikasikan dalam
tindakan kehidupan sehari-hari, nikmat-nikmat tersebut akan senantiasa ditambah
oleh Allah swt. Pada kesempatan yang
mulia ini khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah
untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan senantiasa
menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh
Allah swt. Semua itu kita lakukan
sebagai ikhtiar menjaga diri dari siksa api neraka. Kita diwajibkan untuk
menjaga diri dan juga keluarga kita dari siksaan api neraka sebagaimana firman
Allah dalam Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ
اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah
malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah
terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan."
Ma’asyiral
Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Di era digital saat ini, menjaga diri dan keluarga tidak hanya bersifat fisik semata karena saat ini kita hidup di dua dunia yakni dunia nyata dan dunia maya. Perkembangan ilmu dan teknologi telah menghantarkan kita Pada suatu masa dimana banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Namun dibalik itu terdapat dampak-dampak negatif akibat perkembangan ilmu dan teknologi bagi mereka yang kurang bijak dalam menggunakannya dan menghantarkan ke neraka. Rasulullah saw juga sudah mengingatkan kita semua tentang akan datangnya masa di mana teknologi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
لَا
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتُطْوَى الْأَرْضُ زُبًا،
أَيْ: تُطْوَى، وَيُضَمَّ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ
Artinya: "Tidak akan terjadi kiamat
hingga zaman terasa makin dekat, dan bumi dilipat (dipendekkan), yakni dilipat
dan digabungkan sebagian tempat dengan yang lain.” (HR At-Thabarani).
Terkait dengan
hal ini, Syekh Al-Ghumari dalam kitab Qathfun Nawal halaman 2 menjelaskan,
maksud dari redaksi “waktu terasa semakin dekat” adalah bagaimana sekarang
segala hal bisa terjadi dan tersebar dengan sangat cepat. Jika dulu untuk
mengirim pesan, barang, atau bepergian membutuhkan waktu yang lama, saat ini
semua itu bisa dilakukan sekejap mata dengan teknologi internet, pesawat, dan
moda transportasi lainnya. Kemudian makna redaksi hadits “Bumi dilipat dan disatukan satu sama
lain” bisa dipahami sebagai hilangnya sekat dan batas jarak. Di era digital
saat ini kita bisa berbicara, melihat, bahkan bekerja sama dengan orang yang
berada di ujung dunia tanpa harus bertemu secara fisik. Seolah-olah bumi ada
dalam genggaman kita.
Ma’asyiral
Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Semua kemudahan
saat ini bisa dilakukan dengan satu alat yang bernama handphone (HP) atau
smartphone. Benda ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan
sehari-hari. Mau tidur memegang HP, bangun tidurpun HP yang pertama kali
dipegang. Meski membawa manfaat besar,
penggunaan HP yang berlebihan tanpa kendali dapat menimbulkan dampak negatif,
khususnya bagi anak-anak dan keluarga. Kecanduan HP bisa melemahkan ikatan
sosial, menurunkan konsentrasi belajar, serta menjauhkan seseorang dari
nilai-nilai keislaman. Kecanduan pada HP bisa menjadikan kita lalai dalam
ibadah dan juga muamalah. Dampak kecanduan HP pun bisa bersifat fisik, psikologis, sosial,
dan juga spiritual. Di antara gangguan fisik adalah gangguan pola tidur atau insomnia,
kerusakan mata akibat radiasi cahaya biru dari layar HP, sakit leher dan
punggung karena postur tubuh yang buruk saat menggunakan HP dan penurunan
kebugaran karena kurangnya aktivitas fisik. Dampak psikologis bisa berupa
kecemasan dan stres jika tidak memegang HP atau nomophobia, penurunan fokus dan
konsentrasi dalam belajar atau bekerja, dan ketergantungan digital yang
mengganggu keseimbangan emosi. Untuk dampak Sosial terlihat dari menurunnya
kualitas komunikasi keluarga karena lebih banyak waktu di depan layar daripada
bersama keluarga, mengisolasi diri dari lingkungan sekitar, dan meniru perilaku
buruk dari media sosial yang tidak sesuai dengan nilai Islam. Sementara dampak
spiritual adalah melalaikan ibadah seperti shalat karena terlalu asyik bermain
HP, mengurangi waktu untuk mengaji, berdoa, atau berdzikir, dan terpapar konten
yang tidak sesuai syariat, seperti hiburan yang melalaikan atau bahkan
maksiat.
Karena itu,
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Islam sebagai agama yang sempurna memberikan panduan dalam menjaga waktu, mendidik anak, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua dan anggota keluarga untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam penggunaan HP dan tidak berlebih-lebihan. Allah tidak suka kepada tindakan berlebih-lebihan.
وَلَا
تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Artinya:
"Janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebihan" (QS Al-A'raf: 31).
Untuk
menghindarkan diri dan anak dari kecanduan HP dibutuhkan pendekatan yang
konsisten dan penuh kesadaran. Di antaranya adalah dengan membuat aturan
penggunaan HP yang jelas. Tentukan waktu khusus untuk penggunaan HP, misalnya
hanya setelah tugas sekolah selesai. Larang penggunaan HP saat makan, belajar,
atau sebelum tidur. Orang tua juga harus menjadi contoh yang baik karena anak akan
meniru orang tua. Jika orang tua bijak dalam memakai HP, maka anak akan lebih
mudah diatur dalam menggunakan HP. Sebagai
orang tua, kita juga harus mampu mengisi waktu dengan aktivitas positif.
Libatkan anak dalam kegiatan fisik, seperti bermain di luar, olahraga, membaca
buku, menggambar, atau berkebun. Jadwalkan waktu khusus untuk bermain bersama
tanpa HP. Kita juga harus membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Sering
ajak bicara anak tentang bahayanya kecanduan HP, dampaknya bagi kesehatan mata,
tidur, dan perkembangan sosial.
Ma’asyiral
Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Mari kita
hindari aktivitas menggunakan HP yang dapat melalaikan ibadah dan muamalah
sehingga tujuan utama kita hidup di dunia ini menjadi salah arah. Kita harus
menjadikan teknologi sebagai wasilah atau perantara bukan menjadi ghayyah atau
tujuan. Semoga kita dan keluarga kita senantiasa diberikan perlindungan dan
hidayah oleh Allah swt dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Amin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرّحِيْمُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ
حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ
وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَاَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ
اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ﷲ،
اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ إِنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ
الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ،
فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِىِّ، يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيمًا اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ،
اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ
أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ
الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ
الْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا
وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا
اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ
بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَرِنَا
الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ
الْعٰلَمِيْنَعٍبَادَ
اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي
اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Sumber: NU Online