Cara menyelesaikan ikhbar nomor 6 (Khobar jumlah fi'liyah madhowiyatin 'anil maf'ul)

 
Ikhbar jurumiyah nomor 6

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan untuk bisa belajar bareng tentang ikhbar. Sebelumnya saya sudah membahas Ikhbar Nomor 5 yakni خبر جملة فعلية ما ضوية عن الفاعل (Khobar Jumlah Fi'liyah berupa fi’il madhi mabni fa’il) Dan kali ini akan saya lanjutkan Ikhbar Jurumiyah nomor 6 yakni :

خبر جملة فعلية ما ضوية عن المفعول (Khobar Jumlah Fi'liyah berupa fi’il madhi mabni maf'ul).

Sebelum kita belajar ikhbar jurumiyah, saya ingatkan teman-teman perlu siapkan kitab panduan, diantaranya Kitab Nahwu Jurumiyah, Tasrif Istilah dan Tasrif Lughowi.

Contoh soal 1

Adapun soal yang akan kita pakai adalah 

ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Zaid memukul amr dirumah)

Kedudukan lafadz (tarkib)

Soal yang kita bahas ini masih tergolong mudah karena masih berbentuk mufrod semua. Disini juga akan saya bahas yang berbentuk tasniyah atau jamak, dan juga soal yang berbentuk dhomir.

Langsung saja kita ulas...

Langkah-langkahnya adalah :

1. Maf'ul bih di jadikan mubtada'. Maka maf'ul diletakkan di awal. Yang awalnya Maf'ul bih 'rob nasob, dikarenakan menjadi mubtada', maka i'robnya menjadi rofa'. Menjadi

عَمْرٌو

2. Fa’il dibuang. Karena akan dijadikan mabni majhul. 

3. Fi’il madhi mabni maf'ul atau majhul dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali menjadi mubtada'. Maka menjadi

 عَمْرٌو ضُرِبَ 

Ingat, Qoidah fi’il madhi ketika dimabnikan majhul adalah ضمة اوله وكسر ما قبل الاخر (Di dhomah huruf yang awal dan di kasroh pada huruf sebelum akhir)

4. Kemudian jer majrur ditetapkan. Menjadi 

 عَمْرٌو ضُرِبَ  فِى الدَّارِ (Amr adalah orang yang telah dipukul di rumah)

Selesai. Mudah bukan?

Contoh soal 2

Sekarang kita coba jika Maf'ulnya berupa mudzakar tasniyah. Contohnya

ضَرَبَ زَيْدٌ العَمْرَيْنِ فِى الدَّارِ  (Zaid memukul dua Amr di rumah)

Langkahnya sama :

1. Maf'ul bih di jadikan mubtada'. Maka maf'ul diletakkan di awal. Yang awalnya Maf'ul bih 'rob nasob, dikarenakan menjadi mubtada', maka i'robnya menjadi rofa'. Menjadi

العَمْرَانِ

2. Fa’il dibuang. Karena akan dijadikan mabni majhul. 

3. Fi’il madhi mabni maf'ul atau majhul dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali menjadi mubtada'. Maka menjadi

 العَمْرَانِ ضُرِبَا 

4. Kemudian jer majrur ditetapkan. Menjadi 

  العَمْرَانِ ضُرِبَا فِى الدَّارِ (Dua Amr adalah orang yang telah dipukul di rumah)

Selesai...!!

Contoh soal 3

Sekarang coba yang maf'ulnya isim dhomir. Misal :

ضَرَبَكُمْ عَمْرٌ فِى الدَّارِ (Amr memukul Kalian di rumah)

Langkahnya sama :

1. Maf'ul bih di jadikan mubtada'. Maka maf'ul bih diletakkan di awal. Yang awalnya Maf'ul bih i'rob nasob, dikarenakan menjadi mubtada', maka i'robnya menjadi rofa'. Menjadi

اَنْتُمْ

Dikarenakan fa’il berupa dhomir muttasil, maka ketika dijadikan mubtada dan diletakkan di awal, maka menjadi dhomir munfasil. Sedangkan dhomir muttasil كُمْ ketika di munfasilkan maka menjadi اَنْتُمْ

2. Fa’il dibuang. Karena akan dijadikan mabni majhul. 

3. Fi’il madhi mabni maf'ul atau majhul dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali menjadi mubtada'. Maka menjadi

 اَنْتُمْ ضُرِبُوْا

4. Kemudian jer majrur ditetapkan. Menjadi 

 اَنْتُمْ ضُرِبُوْا فِى الدَّارِ (Kalian adalah orang yang dipukul di rumah.)

Bisa di faham? Jika belum faham atau ada penjelasan saya yang kurang pas, bisa sampaikan di komentar ya.

Selanjutnya kita bahas Ikhbar nomor 7.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url