Cara menyelesaikan ikhbar nomor 7 (khobar jumlah fi'liyah mudhori'iyatin 'anil fa'il)

 

Ikhbar jurumiyah nomor 7


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan untuk bisa belajar bareng tentang ikhbar. Sebelumnya saya sudah membahas Ikhbar Nomor 6 yakni خبر جملة فعلية ما ضوية عن المفعول (Khobar Jumlah Fi'liyah berupa fi’il madhi mabni maf'ul) Dan kali ini akan saya lanjutkan Ikhbar Jurumiyah nomor 7 yakni :

خبر جملة فعلية مضارعية عن الفاعل (Khobar Jumlah Fi'liyah berupa fi’il mudhore' mabni fa’il).

Sebelum kita belajar ikhbar jurumiyah, saya ingatkan untuk perlu siapkan kitab panduan, diantaranya Kitab Nahwu Jurumiyah, Tasrif Istilah dan Tasrif Lughowi.

Contoh soal 1

Adapun soal yang akan kita pakai seperti ada pada kitab jurumiyah yakni 

ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Zaid memukul amr dirumah)

Kedudukan lafadz (tarkib)

Soal yang kita bahas ini masih tergolong mudah karena masih berbentuk mufrod semua. Disini juga akan saya bahas yang berbentuk tasniyah atau jamak, dan juga soal yang berbentuk dhomir. Langkah-langkahnya adalah :

1. Fa’il dijadikan mubtada'. Maka kita tulis dan letakkan di awal

زَيْدٌ

2. Fi’il mudhore' mabni fa’il dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali pada mubtada'. Dalam hal ini kita lihat waqi' atau bentuk kalimat dari mubtada'. Nah, karena mubtada'nya adalah lafadz زَيْدٌ maka waqi'nya adalah mufrod, mudzakar, ghoib. Maka fi’il mudhore'nya adalah يَضْرِبُ. maka kita tulis menjadi

زَيْدٌ يَضْرِبُ 

3. Adapun maf'ul dan jer majrur ditetapkan. Maka kita tulis menjadi :

زَيْدٌ يَضْرِبُ عَمْرًا فِى الدَّارِ

Gimana? bisa difahami? Ini masih yang berbentuk mufrod. Sekarang kita coba yang fa’ilnya berbentuk tasniyah muannas.

Contoh soal 2

ضَرَبَتْ الهِنْدَانِ عَمْرًا فِى الدَّارِ (Dua hindun memukul Amr di rumah)

Kedudukan lafadz (tarkib)

Langkahnya sama, yakni :

1. Fa’il dijadikan mubtada'. Maka kita tulis dan letakkan di awal 

الهِنْدَانِ

2. Fi’il mudhore' mabni fa’il dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali pada mubtada'. Menjadi

الهِنْدَانِ تَضْرِبَانِ

Perhatikan tasrif lughowi fi’il mudhore' berikut

اَضْرِبُ

نَضْرِبُ

 

تَضْرِبِيْنَ

تَضْرِبَانِ

تَضْرِبْنَ

تَضْرِبُ

تَضْرِبَانِ

تَضْرِبُوْنَ

تَضْرِبُ

تَضْرِبَانِ

يَضْرِبْنَ

يَضْرِبُ

يَضْرِبَانِ

يَضْرِبُوْنَ

3. Adapun maf'ul dan jer majrur ditetapkan. Maka kita tulis menjadi :

الهِنْدَانِ تَضْرِبَانِ عَمْرًا فِى الدَّارِ

Mudah kan?

Sekarang kita coba menggunakan soal berbentuk isim dhomir.

Contoh soal 3

 ضَرَبْتُهُ فِي الدَّارِ (Saya memukul seseorang dirumah)

Kedudukan lafadz (tarkib)

Langkahnya :

1. Fa’il dijadikan mubtada'. Maka kita tulis dan letakkan di awal 

 اَنَا

Fa’il pada soal berbentuk dhomir muttasil, sehingga ketika dijadikan mubtada' harus di munfasil kan. Menjadi اَنَا

2. Fi’il mudhore' mabni fa’il dijadikan khobar dan diberi dhomir yang kembali pada mubtada'. Menjadi

اَنَا اَضْرِبُ

3. Adapun maf'ul dan jer majrur ditetapkan. Maka kita tulis menjadi :

اَنَا اَضْرِبُ اِيَّاهُ فِي الدَّارِ (Saya adalah orang yang mumukul seseorang di rumah)

Dhomir Muttasil mahal nasob, ketika di munfasilkan maka ditambahkan kata اِيَّا

Selesai. Jika ada yang ditanyakan bisa di komentar.
Kita lanjutkan pembahasan ikhbar nomor 8.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url