Khutbah Idul Fitri : Saling Membenci Penyebab Kerasnya Hati
Selamat datang di artikel kami yang membahas khutbah Idul Fitri dengan judul "KHUTBAH IDUL FITRI: SALING MEMBENCI PENYEBAB KERAS HATI". Khutbah ini diambil dari situs NU Online, namun telah kami ringkas dan sesuaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa mengubah makna aslinya. Dalam khutbah ini, kita akan diajak untuk merenung tentang pentingnya saling menjaga hati dan menghindari perasaan yang dapat menumbuhkan kebencian antar sesama. Untuk Anda yang ingin memiliki teks siap print, silakan klik dan download teks khutbahnya disini.
Khutbah Pertama
اللَّه أَكْبَرُ ٣×.
اللَّه أَكْبَرُ ٣×. أَكْبَرُاللهُ أ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ
للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.
اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ
رَمَضَانَ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ صِفَةُ الرَّحْمَةِ والْمَغْفِرَةِ لِعِبَادِهِ
مُدِمِيْنَ لِلْاِسْتِغْفَارِ وَالتَّوْبَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَفَاعَةِ الْعُظْمَى فِي الَدَّارِ
الْأُخْرَى. نَبِيٌّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا
تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ
وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَاللهِ، اِتَّقُوااللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قالَ اللهُ
تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ
اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dirahmati Allah
Ramadhan merupakan bulan tempat kita berlatih. Mulai berlatih mengendalikan amarah, menahan haus dan lapar, peka terhadap sesama yang membutuhkan, dan berlatih menjadi orang baik yang saleh secara individual maupun sosial. Dalam riwayat sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw. Mengatakan :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya, “Siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadan dengan
keimanan dan keikhlasan itu akan diampuni dosa yang telah ia perbuat di masa
lalu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Tak terasa Ramadhan sudah berlalu begitu cepat meninggalkan
kita. Rasanya baru kemarin kita menjumpai bulan puasa Ramadhan, dan sekarang
kita sudah berada di bulan Syawal. Semoga amal ibadah puasa dan amalan sunah
lainnya yang kita lakukan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt dan
dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya sebagaimana hadis yang tadi kami
sebutkan.
Hadirin yang berbahagia
Tadi Khatib menyampaikan bahwa Ramadhan seharusnya bukan
hanya membentuk pribadi kita menjadi saleh secara invidual, tapi juga Ramadhan
seyogianya menjadi perantara bagi kita agar menjadi orang yang saleh secara
sosial. Saleh secara invidual berarti kita meningkatkan ibadah sunah kita
sebagaimana kita bersemangat melaksanakannya di bulan Ramadan. Sementara saleh
secara sosial itu berarti kita menjadi pribadi yang baik di tengah masyarakat,
peduli terhadap sesama, tidak membenci kepada sesama Muslim sekalipun berbeda
suku, agama, atau hanya sekedar berbeda organisasi, dan partai politik. Beda
pilihan presiden. Sayyid Alwi Al-Maliki menyampaikan bahwa malapetaka yang
sangat besar di tengah masyarakat adalah iri, dengki, dan benci. Ia mengatakan
demikian:
وَمِنَ
الْمُهْلِكَاتِ اَلْحَسَدُ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَمَحَبَّةُ الشَّرِّ لِوَاحِدٍ
مِنْهُمْ وَإِضْمَارُ الْعَدَاَوَةِ وَالْغِشِّ والْحِقْدِ لَهُمْ. وَقِلَّةُ
الرَّحْمَةِ بِهِمْ وَالشَّفَقَةُ عَلَيْهِمْ وَسُوْءُ الظَّنِّ بِهِمْ، فَكُلُّ
ذَلِكَ مِنَ الصِّفَاتِ الْمُهْلِكَةِ
Artinya, “Di antara sifat yang merusak (di tengah masyarakat)
adalah hasud kepada sesama Muslim, senang keburukan menimpa orang lain,
memendam permusuhan, benci, dan dengki, sedikitnya rasa kasih sayang dan lemah
lembut, serta selalu berburuk sangka kepada sesama. Semua itu termasuk sifat-sifat
yang merusak (di tengah masyarakat).
Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah
Menurut Sayyid Alwi Al-Maliki, sifat-sifat buruk tersebut
membuat orang menjadi keras hati dan sulit untuk menerima kebaikan dari orang
lain. Hal ini tentu akan menyebabkan permusuhan dan kebencian di tengah-tengah
masyarakat. Bila sifat-sifat ini tidak kita hindari, yang ada justru kita akan
merasa lebih baik dan merendahkan yang lain. Padahal Allah swt sudah
mengingatkan kita dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ
وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ
Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
laki-laki di antara kalian mengolok-olok laki-laki yang lain. Sebab, boleh jadi
mereka yang diolok-olok itu lebih baik di sisi Allah daripada mereka yang
mengolok-olok. Dan jangan pula wanita-wanita Mukmin mengolok-olok wanita-wanita
Mukmin yang lain. Karena, boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik di sisi
Allah dari mereka yang mengolok-olok. (QS Al-Hujurat: 11).
Ma‘asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri yang berbahagia
Menurut Syekh Thahir bin Asyur dalam kitab At-Tahrir wat
Tanwir, ayat ini turun di antaranya disebabkan oleh sebagian istri-istri Nabi
mencemooh Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab. Shafiyyah merupakan perempuan
Yahudi yang masuk Islam dan dipersunting Rasulullah saw. Sekalipun sudah masuk
Islam, agama lama Shafiyyah masih dikait-kaitkan dan dihina. Dalam konteks ini,
Al-Quran mengingatkan para istri-istri Nabi yang lain untuk tidak merasa paling
baik dan saleh sendiri, sehingga merendahkan yang lain hanya karena
menyangkutpautkan dengan agama lain seseorang. Dari sini kita dapat belajar
bahwa tercapainya persaudaraan sesama Muslim dan bahkan sesama warga negara
Indonesia sekalipun berbeda agama itu dengan cara harus saling menghormati,
interaksi dengan akhlak yang baik, dan tidak membeda-bedakan seseorang
berdasarkan agamanya. Terlebih lagi, membenci terhadap sesama manusia itu akan
menyebabkan hati kita keras dan sulit menerima kebaikan. Semoga kita termasuk
hamba Allah yang selalu menghargai perbedaan dan saling menghormati kepada
sesama makhluk Allah yang lain. Dengan begitu, kita berharap keharmonisan di
anatar umat beragama dan penduduk Indonesia bisa terjalin dengan baik.
جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ
مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ
فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ
لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرْهُ
اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اللهُ اَكْبَرْ ٣×،
اللهُ اَكْبَرْ ×٤ اللهُ اَكْبَرْ
كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصْيْلاً لاَ
اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. الْحَمْدُ
للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِقْرَارًا بِرُبُوْبِيَّتِهِ وَاِرْغَامًا لِمَنْ
جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَصَابِيْحِ الْغُرَرِ. مَا اتَّصَلَتْ
عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ. مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ
الْمَحْشَرِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ. وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
عَنْهُ وَحَذَّرَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى اَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَا ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ
بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا: إِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ جَدِّ الْحَسَنِ
وَالْحُسَيْنِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ أَهْلِ الدَّارَيْنِ خُصُوْصًا
عَلَى أَوَّلِ الرَّفِيْقِ سَيِّدِنَا أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْق، وَعَلَى
الصَّادِقِ الْمَصْدُوْق سَيِّدِنَا أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ الْفَارُوْقِ، وَعَلَى
زَوْجِ الْبِنْتَيْنِ سَيِّدِنَا عُثْمَانِ ذِيْ النُّوْرَيْنِ، وَعَلَى ابْنِ
عَمِّهِ الْغَالِبِ سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْن أَبِيْ طَالِب، وَعَلَى السِّتَّةِ
الْبَاقِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى الشَّرِيْفَيْنِ سَيِّدَيْ
شَبَابِ أَهْلِ الدَّارَيْنِ أَبِيْ مُحَمَّدِ الْحَسَنِ وَأَبِيْ عَبْدِ اللهِ
الْحُسَيْنِ، وَعَلَى عَمَّيْهِ الْفَاضِلَيْنِ عَلَى النَّاسِ سَيِّدِنَا حَمْزَة
وَسَيِّدِنَا الْعَبَّاسِ، وَعَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى
التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمَيْنَ.
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اَللّهُمَّ أَعِزَّ الْاِسْلاَمَ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
الْمُوَحِّدِيْن وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ
الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ
الْمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اَللّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِيْ
هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا
مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ
الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا
مِنْ كُلِّ شَرٍّ. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ
بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى
النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ
لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
اَللّهُمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الْإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ
إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ. وَاجْعَلْنَا مِنَ
الرَّاشِدِيْنَ. اَللّهُمَّ ارْزُقْنَا الصَّبْرَ عَلى الحَقِّ وَالثَّبَاتَ عَلَى
الأَمْرِ والعَاقِبَةَ الحَسَنَةَ والعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ
والسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ والْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالفَوْزَ
بِالجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّار عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ
يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ
اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ