BAB TAKNIS - ALFIYAH IBNU MALIK
![]() |
| Bab Taknis - Alfiyah Ibnu Malik |
Assalamualaikum wr wb
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang taknis yang ada pada kitab Alfiah Ibnu Malik.
Nadzom ke-1
علامه التانيث تاء او الف # وفي اسام قدروا التا كالكتف
alamatnya muannas adalah tak atau Alif namun pada lafadz
asamin (اسام) tadinya tersembunyi sebagaimana lafadz tak itu dibagi menjadi dua: كتف
Tak itu terbagi menjadi dua :
Tak yang berharokat dan khusus masuk pada kalimat Isim seperti lafadz tak yang mati dan khusus masuk قَائمةٌ
Tak yang mati dan khusus masuk pada kalimat fi'il contoh seperti lafadz قامتْ
Sedangkan Alif itu dibagi menjadi dua yaitu :
Alif Maqsuroh seperti lafadz حُبْلَى
Alif Mamdudah seperti lafadz حَمرَاءَ
Begitu juga dengan lafadz-lafadz yang memiliki makna pasangan seperti tangan (يَدٌ) dan mata (عَيْنٌ) dengan mengira-ngirakan tak taknis yang dihukumi sima’i. Yakni sudah biasa didengar oleh orang arab.
Nadzom ke-2
ويعرف التقدير بالتمري ونحوه كرتي في التشغير
Anggota tubuh manusia yang 2 dihukumi muannas seperti telinga, mata, tangan dan kaki.
Seperti contoh :
العين كحلتها Saya menghiasi mata saya
واليد قبلتها Saya mencium tangannya
هذه كتف Ini adalah bahu
Lafadz-lafadz di atas adalah contoh-contoh yang menunjukkan anggota tubuh yang dua semuanya dihukumi muannas terbukti menggunakan dhomir pakai ghoibah dan juga isim isyaroh هذه
Nadzom ke-3
ولا تلي فارقة فعولا # اصلا ولا المفعال والمفعيل
Tak taknis yang tersembunyi dapat diketahui dengan cara dhomirnya rujuk kepadanya atau lafadz tersebut dibuat sighott tasghir. Tak tak Nis juga tidak boleh mengikuti lafadz yang mengikuti wazan fa'ulun (فعول) mif’alun (مفعال) dan mif’ilun (مفعيل).
Jadi jika kita ingin mengetahui lafadz tersebut dihukum membedakan atau maka kita lihat dhomir yang rujuk kepadanya apabila menggunakan gambar ghoibah maka lava tersebut dihukumi muannas seperti lafazنار bermakna neraka. Seperti pada Al Qur’an خالدين فيها
Juga tidak boleh menggunakan lafadz-lafadz yang mengikuti wazan fa'ulun contohnya :
هذا رجل صبور Ini adalah lelaki penyabar
هذه امرأة صبور Ini adalah perempuan penyabar
Jadi lafadz صبور bentuk lafadznya tetap walau disandarkan kepada mudzakar maupun muannas karena mengikuti wazan fa'ulun (فعول).
Begitu juga lafadz yang mengikuti wazan mif’alun (مفعال) seperti مِهْذَارٌ
dan juga lafadz yang mengikuti wazan mif’ilun (مفعيل) seperti مِعْطِيْرٌNadzom ke-4
كذاك مفعل وما تليه # كالفرق من ذي فشذوذ فيه
Begitu juga lafadz yang mengikuti wajan mif'alun (مفعل). bila wazan-wazan di atas ditemukan tak maka hukumnya syadz (tidak mengikuti aturan).
Diantara lafadz tidak bisa diberi tak Tanis adalah lafadz yang mengikuti wazan mif'alun (مفعل)l contohnya adalah رجلٌ مِغْشَمٌ و امراةٌ مِغْشَمٌ
Apabila ditemukan lafaz-lafadz yang mengikuti wajan-wazan di atas namun kok malah diberi taknis maka hukumnya tidak mengikuti aturan contohnya :
عدووعدوة ,وميقان وميقانة ,ومسكين ومسكينة
Nadzom ke-5
ومن فعل كقتيل ان تبع # موصوفه غالبا التا تمتنع
Tidak boleh ditemukan Tak (تاء) bila mengikuti wajan faiilun (فعيل) makna maf'ulun (مفعول) yang berlaku mengikuti kepada maushuf (yang disifati).
Seperti contoh lafad
رجل قتيل وجريح Lelaki yang dibunuh dan dilukai
امراة قتيل وجريح Perempuan yang dibunuh dan dilukai
Pada contoh di atas tidak boleh diberi tak taknis dikarenakan lafadznya mengikuti wazan faiilun (فعيل) namun bermakna maf'ulun (مفعول) atau menjadi objek (yang dikenai pekerjaan).
Namun apabila ada lafadz yang mengikuti wazan faiilun (فعيل) namun bermakna faa’ilun (فاعل) maka tetap bisa ditemukan tak taknis contohnya :
امراةٌ رحيمةٌ Wanita yang belas kasihNadzom ke-6
والف التانيث ذات قصر # وذات مد نحو انثى الغر
Alif taknis itu ada dua yaitu Alif taknis maqsuroh seperti lafadz حُبْلَى dan Alif taknis mamdudah seperti muannasnya lafad غُرَّ yaitu lafadz غَرَّاءُ
Jadi seperti yang sudah diterangkan pada Nadhom pertama bahwa Alif dibagi menjadi dua :
Alif Maqsuroh seperti lafadz حُبْلَى
Alif Mamdudah seperti lafadz حَمرَاءَ
Nadzom ke-7
والاشتهار في مباني الاولى # يبديه وزن اربى والطولى
Isim yang di akhiri Alif taknis maqshurah masyhur diikutkan salah satu wazan berikut yakni 12 wazan.
Wazan فُعَلَى
Contoh : اُرَبَى , اُدَمَى , شُعَبَى
Wazan فُعْلَى
Contoh : بُهْمَى , حُبْلَى
Nadzom ke-8
ومرطى ووزن فعل جمعا # او مصدر او صفه كشبعى
Yang ketiga adalah wazan fa'ala (فعلى) baik yang berupa isim dzat ataupun Masdar dan yang keempat adalah Fa’la (فعلى) yang bermakna jamak.
3. Wazan fa'ala (فعلى)
Contoh isim dzat : بَرَدَى Bengawan Barda
Contoh masdar : بَشَكَى , حَمَزَى
4. Wazan Fa’la (فعلى)
Contoh : جَرْحَى Beberapa yang dilukai
Nadzom ke-9
وكحبارى سمهى سبطرى # ذكرى وحثيثى مع الكفرى
Yang ke-5 adalah wazan fu'aala (فُعَالَى) baik berupa Isim ataupun jamak dan yang ke-6 adalah wazan فُعَّلَى berbentuk masdar dan yang ke-7 adalah wazan فِعَلَّى dan yang ke-8 adalah wazan fi'la (فِعْلَى) dalam berbentuk masdar dan yang ke-9 adalah wazan فِعِّيْلَى dan yang ke-10 adalah wazan فُعُلَّى
5. fu'aala (فُعَالَى)
Contoh : سُكَارَى Beberapa pemabuk
6. Fu’ala (فُعَّلَى)
Contoh : سُمَّهَى
7. Fi’alla (فِعَلَّى )
Contoh : سِبَطْرَى
8. Fi'la (فِعْلَى)
Contoh : ذِكْرَى
9. Fi’iilaa (فِعِّيْلَى)
Contoh : هِجِّيْرَى
10. Fu’ullaa (فُعُلَّى)
Contoh : كُفُرَّى
.jpg)