Cara menjadikan anak sholeh menurut KH. Syamsudin Thohir

KH. Syamsudin Thohir sedang berceramah di sebuah acara.

Pada kali ini saya ingin mengulas dawuh dari KH. Syamsudin Tohir dalam suatu acara. Sebenarnya dawuh ini sudah lama beliau sampaikan, hanya saja saya baru menuangkan tulisan ini diartikel. Dalam suatu acara, beliau KH. Syamsudin Tohir menyampaikan tips agar memiliki anak yang sholeh atau sholehah. Diantaranya adalah :1

1. Ajarkan anak cinta dengan Ulama

Ulama merupakan pewaris para nabi sudah menjadi tradisi di kalangan santri bahwa seorang ulama memiliki keberkahan yang bisa membawa kebaikan. Dengan mengajarkan anak cinta kepada ulama, maka akan menanamkan dalam diri sang anak untuk meniru dari tingkah laku dan ucapan dari ulama yang dicintainya sehingga akan menjadikan anak untuk mencoba berusaha menjadi seperti orang yang dicintainya. 

2. ‎Dermawan

Tips menjadikan anak sholeh yang selanjutnya adalah dermawan dikarenakan hal ini akan membawa dampak yang serius kepada sang anak dikarenakan barokah kedermawanan kedua orang tuanya. Selain itu juga orang yang menerima kedermawanan oleh orang tuanya pastinya akan ridho bahkan mendoakannya. Sehingga hal ini bisa menyebabkan anak bisa berproses untuk menjadi anak yang sholeh atau sholehah berkat keridhoan dan doa dari sang penerima. 

3. ‎Uang yg diberikan kepada anak adalah halal.

Harta yang halal akan membawa dampak kebaikan pada diri seseorang yang memakannya. Begitu pula dengan harta yang haram akan membawa dampak buruk pada diri seseorang yang memakannya. Bahkan secara syariat pun, kita diwajibkan untuk mencari harta yang halal. Dan jika sudah sesuai dengan syariat maka akan membawa dampak keberkahan yang luar biasa sehingga akan menjadikan anak menjadi sholeh atau sholehah.

4. ‎Ibunya tidak boleh berani  dengan  suaminya.

Suami merupakan kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Tugas dari seorang suami adalah mendidik istrinya. Jika istrinya tidak bisa menjadi orang yang baik maka beban akan dijunjung oleh suami. Apalagi seorang suami merupakan kepala keluarga yang memiliki kewajiban dalam menafkahi anak dan istrinya. Maka dari itu syariat mengajarkan bahwa istri harus patuh dengan suami, dengan catatan bukan patuh dalam hal kejelekan. Jika sampai istri berani dengan suaminya itu akan membawa dampak kepada psikologis anak dan anak akan meniru apa yang disifati oleh ibunya.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara memiliki anak yang sholeh atau sholehah dari penjelasan KH. Syamsudin Tohir mudah-mudahan ada manfaatnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url