Jangan Hanya Menjadi Lilin: Pengingat dari Mauidzotul Hasanah KH. A. Dahlan Rosyid
![]() |
| KH. A. Dahlan Rosyid saat Mauidzoh di Acara Reoni Akbar PP. Darul A'mal Kota Metro th 2023 |
Beberapa waktu lalu, saya menemukan potongan video mauidzotul hasanah yang disampaikan oleh guru kami tercinta, KH. A. Dahlan Rosyid, dalam acara Reuni Akbar ke-V Lintas Generasi 2023 Pondok Pesantren Darul A’mal. Meski singkat, nasihat beliau begitu dalam dan menampar hati.
Beliau mengingatkan kita yang telah menjadi pengajar, penyeru kebaikan, dan pencegah kemungkaran agar tidak lupa pada satu hal penting: peringatan Rasulullah SAW.
“Innallaha yuayyidu hadzaddina birrojulil fajir”
Sesungguhnya Allah menegakkan agama ini melalui orang-orang fajir (yang rusak atau tenggelam dalam kemaksiatan).
KH. A. Dahlan Rosyid menjelaskan, betapa bisa jadi orang yang tampak berperan dalam dakwah justru termasuk dalam golongan itu. Sebab, kadang kita hanya pandai berbicara, mampu mengajak, tapi tidak ikut melaksanakan. Dalam istilah beliau yang khas dan mengena, “Jarkoni — iso ngajar tapi ora iso nglakoni.” (Bisa mengajar tapi tidak bisa menjalankan).
Betapa sering kita menyeru orang lain untuk sholat berjamaah, tapi kita sendiri jarang hadir di masjid. Kita mengajak untuk beramal, tapi pura-pura tidak tahu ketika ada kesempatan untuk beramal. Lidah mengucap “ayo”, tapi hati dan langkah tidak ikut bergerak.
Beliau kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW lainnya:
“Innallaha yuayyidu hadzaddina birrojuli laa kholaqo lahum"
Sesungguhnya Allah menegakkan agama ini dengan perantaraan orang yang tidak mendapat bagian (kebaikan) di akhirat.
Mereka adalah orang-orang yang pandai mengajak, tapi tidak ikut beramal. Mengingatkan orang lain, tapi lalai pada diri sendiri.
KH. Dahlan menutup dengan sebuah pepatah yang sederhana namun dalam:
“Janganlah kamu menjadi seperti lilin. Ia menerangi sekitarnya, tapi membakar dirinya sendiri.”
Sebuah kalimat yang membuat kita menunduk malu.
Jangan sampai ilmu, nasihat, dan ajakan baik yang kita sampaikan justru menjadi saksi atas kelalaian diri sendiri. Jangan sampai kita menjadi cahaya bagi orang lain, tapi padam di akhirat karena amal kita kosong.
Semoga Allah menjadikan kita bukan hanya penyampai kebaikan, tapi juga pelaku kebaikan.
Semoga setiap nasihat yang keluar dari lisan kita berawal dari hati yang mengamalkan, bukan hanya mengingatkan.
Dan semoga Allah menjaga keikhlasan kita dalam menyebarkan agama-Nya, bukan untuk nama, bukan untuk pujian, tapi li i’laa li kalimatillah — demi meninggikan kalimat Allah.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Barakallah