Khutbah Idul Fitri : Merajut Tali Persaudaraan di Hari Raya Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk kembali merajut tali persaudaraan yang mungkin sempat terurai. Khutbah Idul Fitri kali ini, dengan judul "Merajut Tali Persaudaraan di Hari Raya Idul Fitri" , diambil dari situs NU Online. Namun, penulis telah merangkum dan mengurangi sedikit bagian agar lebih ringkas tanpa menghilangkan pesan utama. Bagi Anda yang ingin mencetak teks khutbah ini, silakan unduh melalui tautan berikut: Download Teks Khutbah.
Khutbah I
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ
أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، وَنَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَرَحْمَتُهُ الْمُهْدَاةُ، صَلَّى اللهُ
وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ
الطَّاهِرِيْنَ. أمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ
فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَالَ تَعَالَى فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ اَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : إِنَّمَا
ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ , وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id yang Berbahagia
Marilah dalam kesempatan mengawali bulan Syawal 1446 H/2025 M
ini, kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SAW. dengan
senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan berusaha secara maksimal meninggalkan
segala larangan-Nya. Limpahan rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. yang
telah memberikan nikmat-Nya kepada kita sehingga pada kesempatan idul fitri
kali ini kita bisa merasakan nikmatnya hidup, sehat dan konsisten dalam
keimanan dan keislaman kita. Syukur pula kita panjatkan kepada-Nya yang telah
menakdirkan kita hidup di Indonesia, negeri yang aman, damai, sentosa dengan
bangsanya yang murah senyum, penuh kasih, toleran dan mengutamakan persatuan
serta persaudaraan. Shalawat beserta
salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah mengajari kita
bahwa kita semua, sesama muslim adalah bersaudara.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar
walillahil hamdu
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id Rahimakumullah
Syawal adalah bulan bahagia, gembira, dan bersama. Ketiga hal
tersebut hanya akan terwujud apabila kita mengutamakan rasa persaudaraan,
kekeluargaan dan saling peduli. Setelah selama bulan Ramadhan kita dilatih
untuk menahan diri, maka Idul Fitri menjadi identitas kemenangan umat Islam
setelah berhasil lulus dari ujian pengekangan hawa nafsu. Sungguh Maha Benar
Allah yang telah mensyariatkan zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan
sebagai bentuk amalan sosial kita setelah sebulan kita berfokus beribadah
kepada Allah SWT. ini tentunya merupakan pelajaran berharga bahwa persaudaraan
merupakan hal yang teramat penting bagi setiap pribadi muslim. Allah SAW. telah
memberikan peringatan yang cukup tegas dalam Surat al-Hujurat ayat 10,
sebagaimana berikut:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ
إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya
bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu
itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat,"
Imam Asy Syaukani dalam kitab Tafsir Fathul Qadir, menjelaskan
bahwa ayat ini mengajarkan pada kita pentingnya hidup damai yang
dititikberatkan pada asal usul keimanan. Jika pun ada perselisihan, maka harus
dicari solusi terbaik mendamaikan keduanya. Jangan sampai ada darah yang
mengalir atau pembunuhan, sebab akan dihukumi kafir jika ada orang Islam yang membunuh
orang Islam lainnya. Hal yang paling utama dalam hidup adalah persaudaraan,
bukan dengan saling membunuh dan perang. Sebab awal mula dari perang adalah
fitnah dan tidak saling memahami perbedaan. Maka kehidupan damai itu menjadi
sebuah jalan hidup yang paling baik.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar
walillahil hamdu
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id Rahimakumullah
Dalam bahasa Arab, persaudaraan disebut dengan istilah
ukhuwah yang artinya ialah kebersamaan. Dari sini kita pahami bahwa sebagai
sesama manusia, tentu kita dituntut hidup di bumi ini untuk saling memahami
satu dan lainnya dalam semangat kebersamaan. Sepanjang kita masih tinggal di
bumi yang sama, menghirup oksigen yang sama, maka wajib bagi kita untuk
memiliki kepedulian dalam ikatan persaudaraan dan kebersamaan. Hikmah dari Hari
Raya Idul Fitri ini tentunya dapat dijadikan sebuah pengingat bersama tentang
pentingnya persaudaraan. Saat takbir berkumandang, manusia sadar betul bahwa
dirinya tidak berdaya. Manusia mengakui bahwa dirinya maha kecil dan hanya
Allah yang Maha Besar. Takbir dapat menghapus kesombongan dan keangkuhan
manusia.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id Rahimakumullah
Salah satu unsur terpenting dalam menjaga persaudaraan ialah
dengan mempererat tali silaturahim. Hal ini bisa kitra simak dalam pesan
Rasulullah SAW melalui hadis:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan hari akhir, maka sambunglah tali persaudaraan, dan barangsiapa beriman
kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam!”
Dari hadits itu dapat diambil pelajaran bahwa untuk menjadi
hamba Allah yang beriman membutuhkan tiga komitmen hidup: menghormati keluarga,
menyambung tali silaturrahim dan selalu berbicara baik (atau lebih baik diam). Upaya untuk mempererat tali silaturrahim ini pada dasarnya
adalah untuk menyatukan perbedaan yang niscaya ada dalam kehidupan manusia.
Manusia diajari untuk tidak hanya menjadikan kesamaan sebagai titik kumpul
silaturrahim, namun bahkan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk hal
tersebut, karena pada ujungnya, kita adalah sama. Sama manusia, sama makhluk
Allah SWT.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar
walillahil hamdu
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id Rahimakumullah
Dalam rangka menguatkan hidup saling bersaudara, Islam
mengingatkan sebuah metode kehidupan sosial dengan menghormati lingkar
masyarakat terdekat, yaitu tetangga. Jika bulan Syawal seperti ini, sudah tentu
meminta maaf dan saling memberi maaf terpenting adalah kepada tetangga.
Kemudian dilanjutkan dengan menyambung persaudaraan kepada semua lapisan
masyarakat. Dan indahnya, pesan Rasulullah saw ditambahkan dengan perlunya
menjaga lisan agar selalu bertutur kata yang baik, agar tidak membuat orang
lain sakit hati. Ini senada dengan sebuah pesan akhlak: سَلَامَةُ اْلإنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ Artinya: “Keselamatan seseorang itu ada
pada lisannya”.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Walillahil Hamdu
Ma’asyiral Muslimin Jamaah ‘Id Rahimakumullah
Di akhir khutbah ini, marilah kita bersama memahami
pentingnya penguatan hidup dengan saling bersaudara. Bulan Syawal juga menjadi
waktu yang tepat untuk mengawali perbaikan diri kita agar semakin bertakwa dan
baik terhadap sesama manusia. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْم
Khutbah II
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ
أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُولُهُ،
فَاللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ. أمَّا بَعْدُ فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ
الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ
لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ, وَصَلِّ اللّٰهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي
بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ،
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،
الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ،
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيْدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا،
وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا
بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ
شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ
عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا
وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا
الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يًارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُم وَاشْكُرُوْهُ عَلَي نِعَمِهِ يَزِدْكُم
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ