Cara menyelesaikan ikhbar nomor 1 (Khobar musytaq min ismil fa'il)

 

Ikhbar jurumiyah nomor 1

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Pada kali ini saya akan mengulas tentang cara menyelesaikan Ikhbar Jurumiyah nomor 1 atau dengan nama Khobar Musytaq min Ismil Fa’il (Khobar yang tercetak pada isim fa’il). mungkin tidak semua Pesantren men'tamrin (melatih) ikhbar jurumiyah. Namun di tempat saya mengaji di pesantren dulu, ikhbar serasa sudah menjadi icon ketika belajar ilmu nahwu di kelas jurumiyah. Nah disini saya ingin mengulas satu persatu. Mulai dari ikhbar nomor 1 sampai nomor 11. 

Sebelum kita belajar ikhbar jurumiyah, teman-teman perlu siapkan kitab panduan, diantaranya Kitab Nahwu Jurumiyah, Tasrif Istilah dan Tasrif Lughowi.

  • Contoh soal 1

Semisal soal yang akan kita pakai adalah 

ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Zaid memukul amr dirumah)

Kedudukan lafadz (tarkib)

Nah dari soal di atas, akan kita kupas mulai dari ikhbar nomor 1 sampai nomor 11. Soal yang kita bahas ini masih tergolong mudah karena masih berbentuk mufrod semua. Disini juga akan saya bahas yang berbentuk tasniyah atau jamak, dan juga soal yang berbentuk dhomir.

Langsung saja kita ulas...

1. خبر مشتق من اسم الفاعل

Maksudnya khobar yang tercetak dari isim fa’il. Jadi yang akan kita jadikan khobar adalah kalimat fiil yang dirubah menjadi isim fa’il.

Cara membuatnya :

a. Fa’il dijadikan mubtada', kita tulis dan letakkan Fa'il di depan (awal kalimat)

زَيْدٌ

b. kemudian fiil dijadikan isim fa'il dan dijadikan khobar yang merofa'kan dhomir yang kembali kepada mubtada'. Maka isim fa’il tersebut harus sama dengan mubtada' pada mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar dan muannasnya. Perhatikan tasrif istilah berikut yang bergaris bawah

ضَرَبَ - يَضْرِبُ - ضَرْبًا - وَمَضْرَبًا - فَهُوَضَارِبٌ - وَذَاكَ - مَضْرُوبٌ - اضْرِبْ - لَاتَضْرِبْ - مَضْرِبٌ٢ - مِضْرَبٌ

Maka ditulis menjadi :

زَيْدٌ ضَارِبٌ

 c. Kemudian maf'ul bih dan jer majrur ditetapkan. Maka menjadi :

زَيْدٌ ضَارِبٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Zaid adalah orang yang memukul amr di rumah)

Selesai. Cukup mudah bukan?

  • Contoh soal 2

Sekarang kita coba ulas soal yang fa'ilnya berbentuk tasniyah, misal :

ضَرَبَ الزَّيْدَانِ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Dua zaid memukul 'amr di rumah)

 Langkahnya :

a. Fail dijadikan mubtada', kita letakkan Fa'il di depan (awal kalimat)

الزَّيْدَانِ

 b. kemudian fiil dijadikan isim fa’il dan dijadikan khobar yang merofa'kan dhomir yang kembali kepada mubtada'. Maka isim fa’il tersebut harus sama dengan mubtada' pada mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar dan muannasnya. Perhatikan tasrif istilah berikut yang bergaris bawah

ضَرَبَ - يَضْرِبُ - ضَرْبًا - وَمَضْرَبًا - فَهُوَضَارِبٌ - وَذَاكَ - مَضْرُوبٌ - اضْرِبْ - لَاتَضْرِبْ - مَضْرِبٌ٢ - مِضْرَبٌ

Maka menjadi :

الزَّيْدَانِ ضَارِبَانِ

Dikarenakan mubtada' berbentuk tasniyah, maka isim fa'il juga harus berbentuk tasniyah.

c. Kemudian maf'ul bih dan jer majrur ditetapkan. Maka menjadi :

الزَّيْدَانِ ضَارِبَانِ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Dua Zaid adalah orang yang memukul 'amr di rumah)

Nah, begitu caranya.

  • Contoh soal 3

Sekarang kita coba mengulas yang fa’ilnya berupa dhomir, misal :

ضَرَبْتَ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Engkau memukul 'amr di rumah)

Langkahnya :

a. Fa’il dijadikan mubtada', kita letakkan Fa’il di depan (awal kalimat), karena fa’il berupa isim dhomir muttasil, maka berubah menjadi munfasil

اَنْتَ

b. kemudian fiil dijadikan isim fa’il dan dijadikan khobar yang merofa'kan dhomir yang kembali kepada mubtada'. Maka isim fa’il tersebut harus sama dengan mubtada' pada mufrod, tasniyah, jamak, mudzakar dan muannasnya. Perhatikan tasrif istilah berikut yang bergaris bawah

ضَرَبَ - يَضْرِبُ - ضَرْبًا - وَمَضْرَبًا - فَهُوَضَارِبٌ - وَذَاكَ - مَضْرُوبٌ - اضْرِبْ - لَاتَضْرِبْ - مَضْرِبٌ٢ - مِضْرَبٌ

Maka menjadi :

 اَنْتَ ضَارِبٌ 

c. Kemudian maf'ul bih dan jer majrur ditetapkan. Maka menjadi :

  اَنْتَ ضَارِبٌ عَمْرًا فِى الدَّارِ

(Engkau adalah orang yang memukul 'amr di rumah)

Selesai. Penak nggih?

Contoh di atas adalah fa’il yang berbentuk mufrod, tasniyah dan isim dhomir. Adapun jika berbentuk muannas, maka isim fa’il tinggal ditambah ta' marbutoh. Misal ketika mudzakar ضَارِبٌ maka muannasnya ضَارِبَةٌ (mufrod), ضَارِبَتَانِ (tasniyah), ضَارِبَاتٌ (jamak). Tasrif lughowi mudzakar

ضَارِبٌ - ضَارِبَانِ - ضَارِبُوْنَ 

Demikian pembahasan ikhbar nomor 1, Apabila ada kesalahan atau ada pertanyaan bisa sampaikan di kolom komentar. Selanjutnya kita akan membahas ikhbar nomor 2.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url